Kamis, 23 Januari 2014

Belajar Hidup Susah Jauh dari Orang Tua


Tanpa terasa saya sudah setahun lebih di Jakarta dan tanpa terasa pula saya sudah setahun bekerja di Dale Carnegie Training.
Waktu berjalan begitu cepatnya, sekarang sudah tahun 2014.
Selamat datang 2014..

Tahun yang baru, saya berharap banyak hal-hal yang membahagiakan dan menakjubkan bisa terjadi di tahun ini.

Cita-cita ingin ke luar negeri, baik itu liburan maupun ada tugas dari kantor, semoga bisa terwujud tahun ini.
Tahun 2013, pengen main ke negara-negara tetangga tapi tak kesampaian karena terbatas dana.
Tahun 2012, yang rencananya diajak menyanyi di negara Yordania, tapi gagal juga.
Oleh karena itu, di tahun 2014 ini, menginjakkan kaki ku di luar Indonesia semoga terwujud (asal jangan negara Timor Leste atau Papua Nugini yah). Hehehee..

Naah...karena saya ngebet banget pengen main ke Bangkok dan Seoul, maka saya harus menabung lebih banyak di tahun ini.
Walaupun sebenarnya tak ada peningkatan penghasilan tetap di tahun ini, tapi harus tetap semangat.

Di Jakarta, saya benar-benar belajar untuk hidup susah.
Syukur dan Puji Tuhan, saya masih punya kakak dan kakak ipar yang berbaik hati mau menampung saya. Terkadang Rian bilang ke saya, mendingan nge-kost saja. Kalaupun saya nge-kost, otomatis saya gak akan punya tabungan dan agak akan bisa beli Note 8. Lumayan uang untuk sewa kamar kost dan uang makan di malam hari dan pada saat weekend bisa ditabung. ;p
Berhubung flat kakak di Kalibata City itu super small, saya terkadang jadi tak enak hati dan kadang merasa sedih juga karena harus tidur di kamar yang sempit dan dipenuhi dengan barang-barang layaknya gudang.
Namun, saya tetap berusaha untuk bertahan. Yang ada di pikiranku, yang penting ada atap yang bisa ditempati untuk berteduh dan kasur yang bisa ditempati untuk tidur, itu saja sudah cukup buatku. Toh.., ada keponakan kesayangan yang bisa menghibur hati, meskipun kadang bikin kesal juga karena kenakalan-kenakalan mereka, namanya juga anak kecil. Mama juga memberi semangat dan selalu mendoakan saya supaya saya bisa bertahan tinggal di kamar mungil itu, terima kasih ya Mama.. :')
Rian pun mengerti dengan keputusan ku.

Tahun yang baru, berharapnya sih dapat penghasilan yang baru juga, maksudnya gaji bisa naiklah di tahun ini. Amiiiiinnnnn!!! :D
Hahahahahahahaa....
Kalau gaji bisa naik, tabungan untuk menikah pun bisa bertambah, semoga saja!

Setelah setahun bekerja, aku jadi belajar untuk hidup berhemat dan hobi shopping itu jadi hilang dalam sekejab. Sangat senang bisa menabung, yah jumlah tabungannya sih sampai detik inipun tak seberapa, tapi bisalah untuk main ke Bangkok. Hope so!

Sekali lagi, selamat datang 2014.
Semoga tahun ini saya bisa menabung lebih banyak lagi.
Semoga lebih banyak berkat dari Tuhan.
Semoga pengalaman hidup dan pengalaman pekerjaan bertambah.
Semoga ilmu juga bertambah, pengen kursus Bahasa Korea nih.
Semoga bisa menginjakkan kaki di negeri orang.
Dalan Nama Yesus Kristus, semua bisa terkabulkan. AMIN!

Rabu, 13 November 2013

Belajar tentang Hidup


Terkadang kamu akan merasa bahwa kamu masih harus belajar banyak tentang hidup.
Tapi terkadang kamu akan berpikir bahwa hidup yang sudah kamu lalui itu sudah memeberikan banyak pelajaran.
Baik itu pelajaran hidup yang bahagia, maupun yang paling pahit sekalipun.

Saya pribadi, walaupun baru hanya hidup selama 25 tahun, sudah melalui banyak pelajaran tentang hidup. Saya banyak belajar tentang kehidupan melalui keluarga saya. Lingkungan keluarga saya, yang terlihat seperti baik-baik saja, tapi tidak demikian.

Tahun 2005, merupakan tahun terberat dalam hidupku. Di mana saya harus menerima kepergian Papa saya dan kakak saya ke surga. Saya sendiri sering bertanya kepada Tuhan, mengapa dalam setahun itu keluarga saya diberikan cobaan yang bertubi-tubi. Kepahitan dan kesedihan yang dirasakan oleh keluarga saya pada tahun itu adalah puncaknya. Papa saya yang tidak disangka-sangka dipanggil oleh Tuhan pada bulan Januari, tepatnya tanggal 25.
Delapan bulan kemudian, kakak saya yang kedua dipanggil juga oleh Tuhan. Beberapa saudara sepupu yang bilang, Dhedhe ikut Papa karena Papa sangat sayang sama dia sampai minta ditemani. Saya tidak begitu memperdulikan hal itu, yang saya pedulikan pada waktu itu adalah Mama saya.

Dalan tahun yang sama, Mama ditinggalkan oleh dua orang yang sangat beliau sayangi, kehilangan suami dan anaknya. Saya semakin sedih jika memikirkan hal itu. Saya hanya bisa terus mendoakan Mama agar diberi kekuatan dan tetap sehat. Saya juga berusaha untuk tidak menyusahkan beliau pada saat itu.

Di hari Papa saya meninggal, Mama sedang diopname di Rumah Sakit dikarenakan sakit typus. Mama tidak sempat mengucapkan salam perpisahan dengan Papa. Kondisi Mama saat itu sangat menyedihkan, berat badannya turun drastis dan beliau sendiri tak ada nafsu untuk makan. Kasihan sekali..
Tapi Mama tetap kuat dan tabah menghadapi cobaan dari Tuhan pada saat itu. Sampai saat inipun beliau benar-benar merasa kesepian.

Situasi dan kondisi seperti ini, apa tidak bisa mengajarkan saya untuk lebih dewasa lagi?!
Justru saya sering bertindak bodoh dan salah..

Situasi yang baru saja saya alami beberapa menit yang lalu. Saya hanya mengeluarkan kata-kata polos dan itu bisa menyinggung perasaan orang yang bersangkutan. Saya merasa hal itu tidak salah, tapi ternyata saya salah kata-kata. Saya masih harus belajar banyak tentang situasi dan kondisi hidup orang-orang yang ada di sekitar saya.

Walaupun saya sudah banyak mengalami kepahitan hidup, tapi itu masih kurang. Saya harus lebih jeli melihat situasi dan kondisi orang-orang di sekitar saya dan yang terpenting, saya harus tahu kapan dan dimana saya harus mengeluarkan kata-kata yang lebih baik lagi.

Kamis, 04 Oktober 2012

M O C H I


Mochi...sudah hampir dua bulan kita tidak berjumpa, kamu di sana dan aku di sini!
Mochi...sudah hampir dua minggu kamu hilang entah kemana, meninggalkan rumah dan tak kunjung kembali.
Dimana dirimu sekarang? Hanya kamu dan TUHAN yang tahu...
Tepat hari Minggu malam tanggal 23 September 2012, Mochi kabur dari rumahku di Makassar.
Biasanya dia hanya akan bermain di rumah tetangga sebelah yang hanya berjarak sekitar 50 meter, waktu itu sepertinya dia tidak hanya ingin bermain bersama Lala (sang kekasih), tapi juga ingin kawin (maklumlah...sekarang ini katanya sih lagi musim kawinnya para anjing).
Keesokan harinya, tepatnya di pagi hari, Mochi tidak ditemukan di dalam rumah, dicarilah dia di rumah si Lala dan dia juga tidak ada disana. Maka mulailah pencarian Mochi di hari itu.
Senin pagi-pagi sekali, saya mendapat telepon dari Rosa dan mengatakan bahwa Mochi hilang, saya tidak begitu terkejut karena biasanya memang Mochi menghilang dan dia pasti kembali.
Namun, kali ini berbeda! Mochi tidak kembali-kembali ke rumah hingga detik ini.
Keluarga sudah mengerahkan segala tenaga dan cara untuk mencari Mochi, tapi tidak ketemu-ketemu!! -_-"
Menurut Mama, sepertinya Mochi diculik sama orang yang ngeliat dia ada di pinggir jalan, maklum...Mochi anjing yang lucu dan pasti orang tertarik jika melihatnya sendiri di pinggir jalan..
Aah...Mochi, kamu dimana sekarang??
Saya sering menangisimu... :'(
Kamu adalah sahabatku dan kamu selalau menemaniku di saat sedih dan senang..
Justru sekarang saya merasa sangat bersa;ah karena sudah meninggalkanmu di Makassar..
Kadang-kadang, saya juga biasa ngobrol dengan Mochi, apalagi di saat saya sedang sedih dan gak tau mau curhat sama siapa..
Klo cerita sama Mochi, apalagi klo ceritanya menyedihkan, pasti raut wajah dia juga ikut sedih, sepertinya dia juga merasakan kesedihanku.. :'(
Keluarga juga sangat merasa kehilangan Mochi..
Mochi, cepatlah pulang ke rumah!
TUHAN, pulangkanlah Mochi kami ke rumah... :'(
Selasa, 21 Agustus 2012

Baru Nulis Lagi.....


Halo again!
Back to my blog, write, write and write! :D
Today I've graduated from Hasanuddin University and I got Social's Bachelor Degree, this is amazing you know. I can't imagine that I got my Bachelor Degree for 4 years. Thank's to JESUS for making my life's awesome!

One year ago after I finished my study at Communication Department, I did't find a good job. I need a job right now, but it's not a job but "the real" job. Maybe you can't understand, I just want to become a Pulic Relations Officer someday. That's my dream and I have to reach it.

To make my dream come true, I have to leave my comfort zone. I have to leave Makassar and now I'm in Jakarta. HUGE city with a HUGE problem too. Hahahahahahaa... It's okey because I have my JESUS who always beside me.

Even I have to live far far away from my Mother, my boyfriend and my family, I must keep fighting 'till I find my dream job. :D

I've just followed three interviews in here and maybe I can get one of that.. Amen! *pray*
Wish me luck, guys! :)
Senin, 25 Juli 2011

ABSTRAK


JUNARTI CANSERIA TAPPARAN. Aktivitas Corporate Social Responsibility PT Telkomsel Area Pamasuka Dalam Upaya Meningkatkan Citra Perusahaan di Makassar. (Dibimbing oleh Andi Alimuddin Unde dan Alem Febri Sonni).

Tujuan penelitian ini adalah : (1) untuk mengetahui aktivitas Corporate Social Responsibility PT Telkomsel Area Pamasuka dalam upaya meningkatkan citra perusahaan di kota Makassar; (2) untuk mengetahui faktor-faktor yang mendukung dan menghambat aktivitas Corporate Social Responsibility PT Telkomsel Area Pamasuka dalam upaya meningkatkan citra perusahaan di Makassar.

Penelitian ini berlangsung selama kurang lebih tiga bulan dan berlokasi di kota Makassar. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui pengamatan langsung terhadap obyek penelitian dan melakukan wawancara dengan beberapa orang yang terlibat langsung dalam aktivitas Corporate Social Responsibility PT Telkomsel Area Pamasuka di kota Makassar.

Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dua cara, yaitu melalui data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui hasil wawancara dan observasi. Data sekunder diperoleh dari studi pustaka dan pengumpulan literatur yang berhubungan dengan penelitian ini. Keseluruhan data yang berhasil dikumpulkan oleh peneliti kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas Corporate Social Responsibility (CSR) PT Telkomsel Area Pamasuka dalam upaya meningkatkan citra perusahaan di Makassar sudah sesuai dengan proses manajemen public relations, yakni Defining the Problem (Pengumpulan Fakta), Planning and Programing (Perencanaan), Taking Action and Communicating (Tindakan dan Mengkomunikasikan) dan Evaluating the Program (Mengevaluasi Program). Berikut program CSR Telkomsel sebagai berikut : Pendidikan Non Formal, Bersih itu Sehat dan Santun, Anti Drugs, Pendidikan Kreatif, Keterampilan/Kewirausahaan, Pendidikan Formal, Student Visit/Goes To Campus, Cooperative Academic Education Program, Tryout UAN dan Sekolah Berbasis IT. Tentunya terdapat faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi aktivitas CSR. Faktor pendukung dari aktivitas CSR Telkomsel adalah untuk khalayak itu sendiri. Faktor pendukung ini dimaksudkan dalam hal kerja sama dengan Telkomsel untuk melakukan aktivitas CSR. Oleh karena itu, jika tahun 2011 merupakan tahun pendidikan bagi Telkomsel, maka proposal kegiatan CSR mengenai pendidikan yang dimasukkan oleh khalayak ke Telkomsel akan menjadi prioritas utama dan bahkan bisa diterima untuk diajak bekerja sama. Hal ini menjadi faktor penghambat bagi publik jika publik tidak memberikan proposal yang berhubungan dengan pendidikan, maka proposal tidak diprioritaskan oleh Telkomsel.

"Terima Kasih atas kunjungan Anda"
Diberdayakan oleh Blogger.